Trauma Gareth Southgate, dan Demam _It_s Coming Home

Gareth Southgate selaku pelatih Timnas Inggris mengaku dirinya tidak menyangka atas besarnya dukungan yang didapat dari warga Inggris di Piala Dunia 2018. Dukungan warga Inggris ke timnas mereka di lantangkan lewat sepenggal lirik lagu ‘It’s Coming Home’.

Timnas Inggris memiliki sejarah yang buruk. Sudah lama sejak Inggris berjaya seperti sekarang ini. Dan sekarang ketika timnas Inggris memiliki kesempatan untuk menjadi Juara Piala Dunia lagi, mereka langsung mendapatkan dukungan yang sangat besar dari penduduk Inggris. Para pemain timnas Inggris juga sangat menikmati momen-momen yang menggembirakan bagi Inggris tersebut.

Dukungan dari rakyat Inggris langsung dicerminkan lewat supporter yang datang mendukung Inggris langsung di Russia. Mereka juga bersama-sama menyanyikan lagu sepak bola mereka ‘It’s Coming Home’ yang merupakan bagian lirik lagu The Three Lions buatan grup musik The Lighting Seeds.

Dengan maraknya aksi dukungan terhadap Timnas Inggris, kalimat ‘It’s Coming Home’ juga mulai memasuki media sosial. Banyak para pengguna media sosial menunjukkan dukungan mereka dengan menggunakan tanda pagar “#itscominghome”. Uniknya dukungan lewat tagar tersebut tidak hanya datang dari warga Inggris saja, tetapi negara lain yang mendukung timnas Inggris.

Lagu tersebut awalnya dibuat sebagai bentuk dukungan kepada timnas Inggris ketika Inggris terpilih menjadi tuan rumah Piala Eropa 1996. Sedikit berbeda dari mayoritas lagu yang bertema mendukung suatu tim, lagu yang dikomposisi oleh Ian Broudie dan lirik yang dibuat oleh komedian David Baddiel dan Frank Skinner tersebut menyisipkan maksud sindiran tentang penantian panjang akan gelar juara.
“Thirty years of hurt, never stopped me dreaming. So many jokes, so many sneers, but all those oh so nears,” merupakan bagian dari lirik lagu “The Three Lions”.

“Lagu itu tak bisa saya dengar selama 20 tahun. Ada perasaan yang sedikit berbeda kali ini, dan saya senang melihat orang-orang menikmatinya sedikit berbeda,” aku Southgate.
Southgate dulunya pernah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Ketika babak semifinal Piala Eropa 1996 yang mana Inggris masuk ke babak adu penalty melawna Jerman, Southgate menjadi satu-satunya eksekutor yang gagal mengemban tugasnya.

Dan saat itu Southgate mengaku kalau dirinya sempat trauma.
“Terkadang Anda harus melalui masa-masa sulit dan kegagalan untuk bisa belajar dan mengembangkan diri,” ucapnya.

Warga Inggris percaya kalau sepak bola adalah olahraga yang berasal dari Inggris. Tetapi, Inggris baru sekali keluar menjadi Juara Piala Dunia, yaitu pada Piala Dunia 1966.
Southgate percaya atas kekuatan tim asuhannya untuk menjadi Juara Piala Dunia 2018 sekaligus mengobati traumanya.

Inggris nantinya akan menghadapi Kroasia di babak semifinal Piala Dunia 2018 yang akan diadakan di Stadion Luzhniki, Kamis (12/7) 01.00 WIB. Dan jika berhasil melawan Kroasia, Inggris akan melawan Prancis di babak final nantinya.