Kroasia Dan Inggris Tidak Takut Satu Sama Lain

Kroasia Dan Inggris Tidak Takut Satu Sama Lain

Kroasia Dan Inggris Tidak Takut Satu Sama LainInggris dan Kroasia kamis dini hari WIB nanti, akan bertanding satu sama lain untuk memperebutkan posisi di pertandingan Final Piala Dunia 2018. Kedua negara sama-sama memiliki tim dengan kekuatan seimbang. Lalu apakah kata para pemain soal pertandingan nanti?

Yang pertama dari bek timnas Kroasia, Dejan Lovren. Dirinya percaya dapat mengatasi kemampuan Harry Kane selaku timnas Inggris, pada laga semifinal Piala Dunia 2018 nanti.

Bertarung melawan Kane bukanlah sesuatu yang baru untuk Lovren. Hal ini dikarenakan, kedua pemain sudah bermain di klub Premier League, klub yang dikenal berada di kasta teratas Liga Inggris. Lovren yang sekarang bermain bersama Liverpool, dan Kane yang menjadi bintang Tottenham Hotspur.
Menurut pendapat Lovren, Kane merupakan striker terbaik di dunia pada saat ini. Dan Dirinya, Lovren, ingin membuktikan kualitasnya kepada dunia Internasional sebagai pemain belakang terbaik dengan mematikan daya serang Kane di pertandingan nanti.

Sampai berakhirnya babak perempat final, Kane masih berada di puncak tertinggi pencetak gol terbanyak. Dirinya sudah mengoleksi 6 gol dari total 5 pertandingan.

Walaupun dengan hadirnya Kane sebagai musuh, Lovren percaya dirinya bersama timnas Kroasia mampu mengalahkan Inggris. Dia mengatakan karena mental bertanding dirinya dan kawan kawan sudah benar-benar teruji selama turnamen Piala Dunia 2018. Selain sangat siap menanti pertandingan melawan Inggris, Lovren juga mengatakan kalau dia menghormati timnas Inggris.
Kemudian dari kubu musuh Kroasia, Inggris.
Pemain bek timnas Inggris, Kieran Trippier, mengatakan timnya siap menghadapi Kroasia apalagi berurusan dengan kapten mereka. Hal ini disebabkan timnas Inggris memiliki Jordan Henderson.

Menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2018, Trippier mempercayai kemampuan penyerangan Modric nantinya dapat membuat pertahanan Inggris kerepotan.

Trippier mengatakan Modric memiliki kemampuan menjaga bola yang hebat, Modric juga mampu menghidupkan permainan di garis tengah. Meskipun begitu, Trippier yakin dirinya bersama dengan tim mampu menjinakkan permainan Modric. Trippier percaya dengan kemampuan dan stamina dalam diri Henderson.

Sepanjang turnamen, Henderson berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain tahan lama dengan mampu berlari sepanjang hari. Dan untuk meredam kekuatan Modric, Timnas Inggris harus benar-benar terkoordinir satu sama lain supaya permainan tetap berjalan dengan baik.

Dengan keberadaan Henderson di lini tengah memang memberikan keuntungan terlebih untuk timnas Inggris.
Menurut data statistik Opta, Inggris belum pernah kalah sejak 29 pertandingan terakhir ketika sudah diperkuat Henderson.

Dengan rekor ini, pemain yang masih berumur 28 tahun berhasil meraih rekor tidak pernah kalah terpanjang sejara inggris.

Pertandingan terakhir dimana Inggris harus kalah ketika Henderson ikut bermain adalah ketika melawan Uruguay di fase grup Piala Dunia 2014. Pada pertandingan ini Inggris takluk 1-2 atas Uruguay.

Namun Inggris saat ini sedang khawatir dengan kondisi Henderson. Pasalnya sang pemain diragukan tampil saat lawan Kroasia karena mendapat cedera hamstring pada babak perempat final.

Sayangnya Inggris kali ini sedang gigit jari. Pasalnya kondisi Henderson sedang tidak prima. Henderson mengalami cedera hamstring ketika Inggris berhadapan melawan Kroasia di babak perempat final kemarin.
Pertandingan semifinal Inggris vs Kroasia sendiri akan dilaksanakan di Stadion Luzhniki, Moskwa, Rabu (11/7/2018) atau Kamis 01.00 WIB.