Keuntungan Hotel Russia Selama Piala Dunia 2018

Keuntungan Hotel Russia Selama Piala Dunia 2018Sepertinya Piala Dunia 2018 mendatangkan banyak keutungan untuk banyak pihak. Selain pemain yang mendapatkan kesempatan untuk menampilkan kemampuan mereka, ternyata Piala Dunia 2018 juga membawa berkah kepada warga Russia.

Dengan Russia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, para warganya menggunakan kesempatan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Harga hotel dan apartemen pun naik berkali-kali lipat.
Diperkirakan ada sekitar 1,5 juta jiwa yang merupakan warga asing datang ke Rusia selama turnamen Piala Dunia 2018. Dengan datangnya juataan warga ini pastinya sudah bisa ditebak industri apa saja yang terekena dampaknya. Salah satunya adalah industri hotel dan penginapan.

Dengan permintaan yang banyak dan mendadak serta ketersediaan barang yang sama, maka hukum ekonomi berlaku. Biaya-biaya sewa tempat penginapan seperti hotel, apartmen, hingga asram meningkat drastis.
Bahkan kehadiran aplikasi pencarian penginapan otomatis yang biasa digunakan untuk mencari tempat menginap dengan harga murah tidak begitu membantu. Mengambil data dari detikSport, detikSport bertemu dengan salah seorang supporter asal Indonesia yang mengatakan kalau dirinya menghabiskan biaya hingga 15 juta rupiah per malam untuk sebuah kamar hotel di Nizhny Novgorod.

Beberapa warga Rusia juga mengatakan kalau hotel-hotel berbintang, apalagi yang berada dekat kawasan Moskow meningkatkan harga jual hingga 3-4 kali lipat dari tarif biasa. Seseorang harus membayar sekitar Rp 3-4 juta permalam untuk menginap di hotel bintang tiga, padahal biasanya hanya membutuhkan Rp 1 juta permalam.

Kondisi-kondisi seperti ini melanda beberapa kota-kota besar tuan rumah lainnya seperti Sochi, Kaliningrad, Saint Petersburg, dst. Kejadian ini diekspektasikan akan terus berlanjut selama Piala Dunia 2018.

Moskow menjadi kota yang terkena dampak paling besar. Menurut perkataan salah seorang warga bernama Muhammad Uzha, banyak yang berminat tinggal apartemennya yang mana terletak di daerah Universitas Negri Moskwa. Hal ini disebabkan lokasinya yang strategis (karena tidak jauh dari metro). Dia juga mengaku kalau teleponnya tidak berhenti berbunyi sejak awal bulan Juni.

Muhammad menambahkan kalau dirinya baru menyewakan kamar ke warga Amerika Serikat dan Arab Saudi dengan harga sekitar Rp 3,5 juta per malam.

Dengan momentum Piala Dunia 2018 pastinya akan ada oknum-oknum yang ingin bermain curang. Tetapi pemerinta Russia tidak ingin diam saja soal kasus ini. Lewat badan pengatur regulasi bernama Rospotrebnadzor, pemilik hotel dan apartement bisa didenda jika seandainya menaikkan tarif terlalu tinggi.

Menurut informasi, ada sekitar 198 badan hukum dan 181 orang yang kena denda karena menaikkan harga terlalu tinggi. Nilai tertinggi denda tertinggi juga tidak kecil, katanya bisa mencapai Rp 1,4 M!